Jumat, 15 Maret 2013

Mutasi Motor dari Tangerang Ke Lampung

بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Malam ini ane akan berbagi cerita proses Mutasi Kuda besi ane yang pertama, dimulai dari beli motor di Tangerang, ane beli motor di tangerang selatan sama orang yang mungkin blm ane kenal sebelumnya, berangkat dari Bandar Lampung jam 11:00 siang, menuju Tangerang, berangkat sama kakak, mau naik kapal sekitar jam 3 sore…. Kemudian naik kapal menuju merak, di kapal kurang lebih 4 Jam, turun kapal langsung cari Bus jurusan Cirebon Pasnya Ke Ciledug. Sampai di kediaman si pemilik motor sekitar jam 10:00 malam, terjadilah transaksi, cek semua berkas, Pada waktu transaksi berkas yang saya minta adalah : 1. STNK, 2. BPKB, 3.Fc. KTP, 4. Kwitansi Jual Beli, eits kelupaan 5. BBN-KB. Jam 11:00 ane langsung bawa tu motor ke Bandar Lampung. Selang beberapa bulan Motor saya bawa kembali Tangerang untuk cek fisik. Sebelum berangkat saya persiapkan untuk cek fisik diantaranya : 1. Fc. STNK 2. Fc. BBN-KB (Biasanya Gabung Sama STNK) 3. Fc. BPKB 4. Fc. Kwitansi Jual Beli 5. Fc. KTP (ini KTP ane bukan yang jual motor) Semuanya saya buat 3 rangkap, (biar ndak kerepotan kalo kurang… setelah semuanya siap, kemudian ane dan ditemani kakak, kami berangkat ke Tangerang Malam Hari, Di dalam perjalanan Hujan Deras menimpa namun perjalanan tetap harus berjalan meskipun menembus derasnya hujan…pertama kali isi Bahan Bakar dari Bandar Lampung fuelltank, tapi sampai Bakau Isi Fuell Lagi, kemudian di Tangerang isi Lagi… kurang lebih biaya bensin habis sekitar 80.000, trus naik kapal 375.000 (1 Motor dan 2 Orang, Tarif ini untuk motor bebek bukan motor laki) sampai di tangerang langsung menuju Samsat Ciputat, lumayan perjalan jauh yang pertama menggunakan motor. Sampai di Samsat Ciputat langsung Parkir Motor di belakang Gedung dekat tempat cek Fisik, parkir selesai menuju ke tempat informasi bilang mau mutasi keluar, maka petugas akan memberikan formulir pendaftaran (sempet di Tanya “ mau diurusin ndak mas? Kalo mau di urusin biayanya 600.000”, tapi ane mikir lagi, ngapain susah2 ke Samsat kalo Cuma dikasih orang, tetap ane putuskan untuk urus sendiri), setelah isi formulir kemudian menuju kelokasi cek fisik. Cek fisik akan dibantu oleh petugas yang disana (ane liat orang-orang pada ngasih tips ke petugas, tapi ane sengaja untuk tidak ngasih tips). Setelah gesek-gesek selesai (No. Rangka dan No. Mesin) berkas akan diserahkan ke bagian Cek Fisik, nunggu beberapa saat kemudian ane dipanggil suruh masuk ruangan yang itu Cuma ada petugas dan ane, (ane sempet heran, kenapa kok ndak lewat pintu pelayanan aja, kenapa kok disuruh masuk?) setelah didalam hasil cek fisik diserahkan dan diminta uang 35.000 Tanpa kuitansi, waktu untuk nunggu berkas cek fisik selesai lumayan agak lama juga mungkin sekitar 1 jam, padahal mah tertera di pengumuman hanya sekitar 30 menit. di Cek fisik selesai, selanjutnya menyerahkan berkas ke bagian mutasi, setelah itu menunggu panggilan dari petugas. Setelah dipanggil oleh petugas (waktu tidak terlalu lama) ane disuruh masuk ruangan, petugas memeriksa kelengkapan berkas ane… Alhamdulillah berkasnya lengkap, pengecekan selesai diminta uang sebanyak 375.000… lumayan mahal juga, padahal setahu ane baca di ruu hanya 275,000 untuk mutasi, parahnya lagi pembayarannya tanpa dikasih kuitansi, inisiatif ane setelah bayar ane minta surat jalan (gimana mau bawa motor kalo ndak ada surat, pasti kena tilangnya) ane diminta fotokopy stnk lalu di stampel keterangan bahwa sedang dalam proses mutasi, untuk proses mutasi dikasih waktu 1 bulan untuk proses mutasi luar daerah, sembari memberikan surat untuk pengambilan berkas petugasnya memberikan informasi “nanti informasinya akan diberitahukan lewat sms” kata petugasnya) ane nurut aja. Setelah itu ane balek lagi ke lampung, 1 bulan berlalu dan sms pemberitahuan pun sudah masuk, ane berangkat lagi ke samsat cileduk. Ane langsung menuju loket mutasi dan ambil berkas, setelah berkas diambilkan, petugas yang memberikan berkas ane tadi, minta biaya seikhlasnya (nah terserah mau kasih berapa), setelah itu ane di suruh untuk ke loket fiscal, di fiscal ane serahkan berkas mutasi ane. Sambil menunggu panggilan ternyata sudah waktu istirahat. Alamat istirahat dulu deh…, setelah istirahat ane kembali ke loket dan mengantri, setelah fiscal jadi dan ane dipanggil untuk masuk ruangan, ane diminta uang 35.000 tanpa kuitansi. Sampe sini urusan yang dicileduk selesai… tinggal urus di lampung… Nah Sekarang tinggal urus yang di Lampung, seluruh kendaraan yang mutasi dari luar daerah maka harus croschek dulu di polda Bandar lampung, nah ane croschek di samsat yang ada di jalan pramuka Bandar lampung, sewaktu croschek ane diminta untuk chek fisik dulu, cacatan (di Bandar Lampung chek fisik ndak pakai biaya alias gratis….. Bravo Bandar Lampung). Chek fisk selesai trus ke bagian mutasi untuk menyerahkan berkas motor ane, berkas di tahan untuk dibuatkan surat pengantar dari polda, ane dikasih surat jalan… waktu yang diberikan adalah 3 hari, tapi pada saat itu ada masalah di bagian input data dikantor samsatnya, jadi molor 1 minggu dah… waktu di polda Bandar Lampung tidak dikenakan biaya sepeser pun…. Mantap… Setelah surat pengantar dari polda dapet, ane langsung ke Samsat Lampung Tengah, Langsung ke tempat parkir yang ada di belakang, setelah parkir langsung aja ambil kartu antrian di sebelah kanan pintu masuk samsat, sambil menunggu/tanpa menunggu lama, minta formulir di bagian pendaftaran, isi formulir sendiri aja (meski ada yang nawarin untuk bantu ngisi, tapi minta 5000), setelah formulir selesai di isi, kembali ke belakang samsat untuk fotokopy (fotokopy dikenakan biaya 5000) kemudian ke bagian mutasi (tepatnya di pojok kiri dekat pencetakan plat napol) disana ane bertemu dengan yang nama pak budi, setelah dichek sama pak Budi ane diminta untuk chek fisik yang ada di bagian sebelah kanan, setelah ane menunjukkan berkas dan diberikan kertas chek fisik, ane dibantu petugas untuk korek2 no rangka dan mesin, setah selesai chek fisik kembali ke bagian mutasi ( dibagian mutasi dikenakan biaya 50.000) setelah itu barulah ngantri di depan. No antrianpun tiba dan tiba pula menyerahkan berkas ke loket 1 (pendaftaran diman ngambil formulir) setelah itu ke loket 2 untuk pembayaran di Bank BRI, nah di BRI diminta untuk pembayaran BPKB, Plat, dan STNK total 160.000, kemudian pindah ke loket 4 di minta 198.000. Setelah membayar, tunggu ambil STNKB dan surat pajak di loket 5, setelah itu ambil plat nomor di tempat pencetakan nomor, yaitu dibelakang dekat parkiran, o ya…jika ngambil nomornya masih pagi dan siang hari, diminta nomor yang lama…, tapi jika sudah sore tinggal ambil aja… jangan lupa sebelum ngambil platnya diterima dichek ulang, sesuai ndak dengan yang ada pada stnknya, pengalaman, kemaren waktu ngambil plat nomor, dikasih yang ndak sesuai dengan stnknya… Setelah itu tunggu 1 bulan kemudian baru BPKBnya diambil… Selesai dah urusan… Semoga bermanfaat… السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Bandar lampung, 5 Maret 2013

Rabu, 15 Juni 2011

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) DARUL FATAH

PENDAHULUAN
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Fattah merupakan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Ilmu Pendidikan Islam, yang bertujuan membentuk tenaga pendidik atau juru dakwah yang terampil, berilmu dan berakhlaq mulia bagi kepentingan agama, bangsa dan negara, serta melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Pengajaran, Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat)

VISI
"Terwujudnya STIT DF Tahun 2025 Menjadi Referensi Terdepan Studi Islam Di Lampung"

MISI
- Menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat yang didasari oleh syariah.
- Membentuk insan akademi yang berakhlakul karimah dan profesional
- Memperbaiki mutu SDM, Sarana dan Prasana, manajemen akademik secara berkelanjutan
- Menjalin kerjasama kemitraan dengan pihak lain


FASILITAS

- Ruang Kuliah
- LAB. Bahasa
- Asrama Pesantren
- LAB. Komputer
- Koperasi Mahasiswa
- LAB. Multimedia
- Perpustakaan
- LAB. Micro Teaching
- AUDITORIUM
- Tempat Praktek